Microsoft Bakal Rombak Tampilan Windows 10

Microsoft Bakal Rombak Tampilan Windows 10

microsoft-bakal-rombak-tampilan-windows-10

Microsoft Bakal Rombak Tampilan Windows 10 – Microsoft dilaporkan tengah mengerjakan pembaruan besar-besar untuk Windows 10. Pembaruan ini disebut menjadi yang terbesar bagi Windows 10 sehabis sistem operasi itu rilis lima tahun lalu.

Microsoft Bakal Rombak Tampilan Windows 10

microsoft-bakal-rombak-tampilan-windows-10

allansieber.com – pembaruan ini diketahui memiliki kode nama Sun Valley. Lewat pembaruan ini, Microsoft disebut dambakan berikan kesegaran kembali Windows 10 sebagai produk desktop miliknya.

Sayang, perusahaan belum banyak mengungkap teliti pembaruan yang bakal dihadirkan. Untuk sekarang, Info berkenaan pembaruan ini baru berasa dari bocoran sumber anonim yang sadar konsep Microsoft.

Kendati demikian, dari sejumlah bocoran selanjutnya bisa digambarkan apa yang bakal ditawarkan Microsoft untuk Windows 10 melalui pembaruan ini.

Salah satunya adalah penampilan antarmuka yang dibuat lebih segar. Beberapa pergantian yang dijalankan adalah sudut yang lebih membulat di app windows, Start menu, terhitung Action Center.

Tampilan taksbar pun disebut bakal dibuat lebih simple dan bersih. Tidak cuma itu, ada pula lebih dari satu fitur tambahan untuk menunjang produktivitas pengguna.

Rencananya, Microsoft bakal menjadi meluncurkan pembaruan ini menjelang akhir 2021. Menurut kabar, pembaruan ini bakal rilis di Windows 10 seiring dengan ‘October 10 Update’.

Sebelumnya, Microsoft terhitung dikabarkan memiliki konsep sehingga aplikasi Android bisa berjalan di Windows 10. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Windows Central lebih dari satu hari lalu.

Dilansir Slash Gear, Microsoft sudah mengerjakan konsep ini melalui proyek yang diberi nama Project Latte. Kabarnya, hasil dari pengembangan proyek ini bakal memulai debut pada tahun depan.

Project Latte sendiri disebut menukar Project Astoria yang dilaporkan tidak kembali berlanjut. Untuk diketahui, ke-2 proyek internal itu sama-sama dikembangkan Microsoft untuk memungkinkan Windows 10 menggerakkan aplikasi Android.

Namun dari laporan yang beredar, keduanya manfaatkan metode yang berbeda. Apabila Project Astoria manfaatkan porting tool, Project Latte manfaatkan WSL2 (Windows Subsytem for Linux) untuk memungkinkan Windows menggerakkan aplikasi dengan Linux GUI.

Rencana Microsoft Bawa Aplikasi Android di Windows 10

Seperti diketahui, Android sendiri masih manfaatkan kernel Linux. Hanya memang, lebih dari satu besar arsitektur software-nya memang tidak banyak yang masih berbagi dengan distribusi Linux tradisional, namun masih bisa dimungkinkan.

Selain itu, laporan terhitung menyebut aplikasi Android yang bisa berjalan di Windows 10 nanti tidak memiliki akses ke Google Apps Store. Karenanya, ada mungkin Microsoft bakal sedia kan platform pengganti untuk membuka aplikasi tersebut.

Kehadiran aplikasi Android di Windows 10 sendiri memang bukan hal yang baru sepenuhnya. Sebab, kemampuan itu sudah bisa dimanfaatkan oleh pengguna perangkat Samsung secara eksklusif.

Hanya memang, hal itu bisa berjalan melalui kerja serupa dua perusahaan. Untuk itu, Project Latte disebut menjadi usaha Microsoft untuk memperluas kemampuan ini ke lebih banyak pengembang dan aplikasi Android.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *